s.id
Blog

Istilah Metrik dalam Digital Marketing yang perlu kamu ketahui!

by Admin

undefined

Dalam dunia digital marketing, kita akan terbiasa dalam menggunakan tools atau aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk menunjang keberhasilan pemasaran bisnis. Namun, tidak semua hasil *tools *bisa langsung kita pahami karena menggunakan istilah-istilah yang baru yang memang diciptakan sejak merambahnya digital marketing. Salah satunya adalah Metrics, atau Bahasa Indonesianya, Metrik adalah ukuran, ukuran untuk menentukan apakah sesuatu tersebut sesuai atau kurang ataupun melebihi target.

Dalam digital marketing, metrics dapat digunakan untuk menganalisis nilai keberhasilan dari strategi *marketing *yang kamu gunakan dalam bisnis online, dan kamu bisa melihat seberapa efektifkah dalam pemasaran bisnis kamu.

Metrik digital marketing ini bisa ditemui di berbagai macam tools, Metrik yang seperti apakah dan dari mana bisa didapatkan untuk di analisa lebih lanjut untuk menunjang bisnis daring kamu? Mari kita bahas di bawah ini.

1.** **Website Traffic Metrics

Metrik trafik website ini digunakan untuk mengetahui performa pengaksesan web, lalu lintas yang terjadi dalam web tersebut. Metrik ini bisa kamu dapatkan dengan menggunakan tools seperti google analytics dan Ubersuggest.

Di dalam metrics ini, juga ada istilah-istilah metrik turunannya, yaitu *overall traffic metrics *yang berfungsi untuk mengetahui jumlah keseluruhan traffic sebuah web. Baik dari trafik secara langsung (direct traffic), melalui *search engine *atau web lain (organic traffic), paid search, affiliate, dan lainnya. Sumber trafik ini dibedakan dan dilihat melalui Channel metrics. Ada juga New and Returning Visitor Metrics, untuk melihat apakah pengunjung web kamu adalah pengunjung baru atau pengunjung lama, pengunjung yang sebelumnya pernah mengunjungi web kamu. Serta Metrik Exit Rate, adalah metrik yang dapat menunjukkan berapa kali seorang visitor mengunjungi suatu halaman ke halaman lain hingga menutup web tersebut.

2.** **Engagement Metrics

undefined

Istilah metrik ini digunakan untuk mengetahui intensitas dan interaksi pengunjung terhadap konten kamu. Istilah metricsini dapat kamu ketahui jika menggunakan tools periklanan seperti *facebook *dan Instagram.

Dari metrik ini juga memiliki metricsturunannya seperti impression, seberapa banyak orang melihat iklan kamu. Bounce rate untuk melihat persentase ketertarikan pengunjung yang melihat iklan bisnis online kamu, semakin kecil bounce rate, berarti semakin banyak pengunjung yang tertarik dengan iklanmu. Dan metrik Average time, meskipun pengunjung tertarik dengan iklan web kamu dan mengeklik iklan tersebut, namun dengan metrik ini, kamu dapat mengetahui seberapa lama pengunjung menghabiskan waktunya untuk mempelajari iklan kamu, semakin lama waktu yang dihabiskan berarti bisa saja pengunjung iklan tersebut sangat tertarik dengan produk online kamu.

3.** **Conversion Metrics

Metrik ini dapat mengukur banyaknya Tindakan seorang target konsumen yang sesuai dengan tujuan strategi dari bisnis daring kamu. Misalnya, membeli produk yang kamu jual, mendaftar keanggotaan pada aplikasi web kamu. Pada metrik ini, ada istilah-istilah yang digunakan dalam pengukurannya, yaitu Click Through Rate atau CTR yaitu rasio jumlah klik terhadap impression. Dengan CTR, kita dapat mengukur seberapa efektifkah konten untuk digital marketing bisnis kamu.

Kemudian ada istilah Cost per Lead, metrik ini digunakan untuk mengetahui seberapa biaya yang dikeluarkan untuk per aksi pengunjung menjadi pengguna. Serta istilah CPC, yaitu Cost Per Click, yang berarti untuk mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk satuan per klik. Ada pula istilah* Conversion Rate*, yang mana metrik ini digunakan untuk melihat keefektivitaskan dari *landing page *yang kamu gunakan agar pengunjung mengeklik, melakukan pembelian, mengunduh sesuatu dan lainnya.

4.** **Revenue Metrics

Sama dengan namanya, metrik ini digunakan untuk menganalisis tingkat kesuksesan penjualan produk kamu secara daring. Pada metrik ini, setidaknya ada 3 metrik turunan yang digunakan untuk menghitung keberhasilan dari penjualan bisnis online kamu, yaitu:

a. CAC (Customer Acquisition Cost) metrik ini digunakan untuk mengukur biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan seorang konsumen baru. Biasanya CAC ini dapat diketahui dengan menghitung total biaya *marketing *dibagi dengan total jumlah konsumen baru.

b. Return on Ad Spend (ROAS) metrik digunakan untuk mengukur keuntungan pasca kamu memasang iklan untuk menjual produkmu secara online. Dari metrik ini, kamu dapat menganalisis keefektivitasan iklan kamu yang mendatangkan penjualan. Cara menghitungnya cukup membagi keuntungan dengan total biaya pemasangan yang kamu keluarkan dikali dengan 100, maka persentase ROAS akan muncul. Semakin tinggi persentase ROAS berarti semakin baik dan berhasilnya strategi iklan online kamu.

c. ROI (Return on Investment) metrik ini digunakan untuk melihat seberapa besarkah persentase keuntungan yang kita dapatkan dibandingkan dengan modal yang sudah dikeluarkan untuk biaya *marketing *digital kamu. Cara perhitungannya adalah Laba bersih dibagi dengan total biaya marketingdikali 100, maka total ROI akan berbentuk persentase.

Nah, apakah kamu sudah mulai memahami metrik-metrik di atas?, coba tebak aplikasi S.ID memiliki metrik apa saja dan apakah bisa untuk membantu kamu dalam menjalani strategi digital marketing kamu? Nantikan artikel selanjutnya yang akan membahas bagaimana s.id dapat membantu kamu dengan metrik-metrik yang ditampilkan.

Yuk! Mulai sekarang pakai S.ID dan coba buat ***microsite ***kamu sendiri! Mudah loh!

Apakah post ini membantu?

s.id

s.id © 2026 All rights reserved