Pernah melihat kata seperti “rizz”, “delulu”, “skibidi”, “sigma”, atau “no cap” berseliweran di media sosial, tapi bingung artinya?
Bahasa di internet terus berkembang. Gen Z dan Gen Alpha punya banyak istilah, slang, dan singkatan yang muncul dari media sosial, meme, game, hingga budaya digital. Beberapa bahkan begitu populer sampai digunakan oleh orang di luar generasi tersebut.
Berikut beberapa istilah yang sering muncul dan perlu kamu tahu.
1. Rizz
Rizz digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam menarik perhatian atau memikat orang lain, terutama dalam konteks romantis.
Contoh:
“Dia nggak banyak ngomong, tapi rizz-nya tinggi.”
Sederhananya, rizz = punya daya tarik atau kemampuan flirting yang kuat.
2. Delulu
Delulu berasal dari kata delusional.
Istilah ini biasanya digunakan secara bercanda untuk menggambarkan seseorang yang terlalu percaya pada sesuatu yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Contoh:
“Dia baru like story sekali, aku langsung mikir dia suka. Delulu banget.”
Biasanya digunakan dengan nada humor, bukan sebagai diagnosis serius.
3. No Cap
No cap berarti jujur, serius, atau tidak berbohong.
Contoh:
“No cap, tempat ini punya makanan terenak yang pernah aku coba.”
Kalau seseorang mengatakan “no cap”, biasanya mereka ingin menegaskan bahwa apa yang mereka katakan benar.
4. Sus
Sus merupakan singkatan dari suspicious atau mencurigakan.
Istilah ini semakin populer setelah digunakan secara luas dalam game Among Us.
Contoh:
“Kok dia tiba-tiba keluar grup? Sus banget.”
5. Slay
Slay biasanya digunakan untuk memberikan pujian ketika seseorang terlihat sangat keren, stylish, atau berhasil melakukan sesuatu dengan baik.
Contoh:
“Outfit kamu hari ini slay banget!”
Artinya kurang lebih: “Kamu keren banget!”
6. Flex
Flex berarti memamerkan sesuatu, biasanya untuk menunjukkan pencapaian, barang, penampilan, atau status.
Contoh:
“Dia upload mobil barunya, flexing terus.”
Namun, flex juga bisa digunakan secara positif ketika seseorang sekadar membagikan pencapaian.
7. Aura
Aura digunakan untuk menggambarkan kesan, karisma, atau energi yang terpancar dari seseorang.
Contoh:
“Dia masuk ruangan aja auranya langsung beda.”
Di media sosial, istilah ini juga sering digunakan secara humoris untuk menggambarkan seseorang yang terlihat sangat keren atau berkarisma.
8. Sigma
Sigma menjadi istilah populer untuk menggambarkan seseorang yang dianggap mandiri, percaya diri, dan tidak terlalu mengikuti tekanan sosial.
Namun, penggunaan kata ini di media sosial sering kali bersifat meme atau bercanda.
Contoh:
“Dia sendirian tapi tetap santai. Sigma banget.”
9. NPC
NPC berasal dari istilah Non-Player Character dalam video game.
Di media sosial, seseorang bisa disebut NPC ketika dianggap melakukan sesuatu secara monoton, mengikuti tren, atau seperti tidak memiliki respons yang berbeda dari orang lain.
Contoh:
“Setiap hari ngomong kalimat yang sama. NPC banget.”
10. Brainrot
Brainrot secara harfiah berarti “otak membusuk”, tetapi dalam budaya internet penggunaannya lebih sebagai istilah bercanda.
Biasanya digunakan untuk menggambarkan konten, meme, atau tren internet yang sangat sering dikonsumsi sampai terasa memenuhi pikiran.
Contoh:
“Gue kebanyakan nonton meme sampai kena brainrot.”
11. Skibidi
Skibidi berasal dari fenomena meme dan serial video Skibidi Toilet yang viral di internet.
Penggunaannya sering kali tidak memiliki arti spesifik dan lebih berfungsi sebagai bagian dari humor atau bahasa meme.
Contoh:
“Apaan sih, skibidi banget.”
12. Touch Grass
Touch grass merupakan ungkapan untuk menyuruh seseorang berhenti terlalu lama berada di internet dan kembali melakukan aktivitas di dunia nyata.
Contoh:
“Bro, you've been gaming for 12 hours. Go touch grass.”
Kurang lebih maksudnya: “Udah, jangan online terus. Keluar dan lakukan sesuatu di dunia nyata.”
Kenapa Istilah-Istilah Ini Cepat Viral?
Salah satu alasan utamanya adalah media sosial membuat bahasa berkembang jauh lebih cepat.
Satu kata bisa muncul dari meme, game, video pendek, atau komunitas tertentu. Ketika digunakan berulang kali oleh kreator dan pengguna lain, istilah tersebut bisa menyebar ke jutaan orang dalam waktu singkat.
Menariknya, arti sebuah istilah juga bisa berubah seiring waktu.
Kata yang awalnya hanya digunakan oleh komunitas tertentu bisa berubah menjadi meme, kemudian masuk ke percakapan sehari-hari.
Inilah salah satu karakter unik bahasa di era digital: cepat berubah, sangat kontekstual, dan terus menciptakan istilah baru.
Jadi, kalau kamu menemukan istilah aneh di TikTok, Instagram, Threads, atau platform lainnya, jangan buru-buru bingung.
Bisa jadi, besok istilah itu sudah menjadi tren baru.



