s.id
Blog

Dari “Skibidi” sampai “6-7”: Kenapa Internet Suka Banget dengan Hal Absurd?

by Admin

Kalau beberapa tahun lalu ada yang bilang internet akan dipenuhi toilet berkepala manusia, angka “6-7” yang diteriakkan tanpa konteks, dan berbagai meme yang bahkan sulit dijelaskan, mungkin kita akan mengira itu bagian dari film komedi absurd.

Tapi ternyata… memang begitu internet sekarang.

Skibidi. 6-7. Aura. Sigma. Ohio. Kata-kata yang kadang tidak masuk akal, tetapi entah bagaimana bisa muncul di mana-mana.

Di kolom komentar, video pendek, percakapan teman, bahkan sampai jadi bahasa sehari-hari. Yang lebih aneh lagi, semakin tidak jelas konteksnya, semakin lucu bagi orang-orang yang mengerti.

Lalu, sebenarnya kenapa internet suka banget dengan hal-hal absurd seperti ini?

Berawal dari “Ini Apaan, Sih?”

Salah satu daya tarik terbesar dari meme absurd adalah rasa bingung.

Bayangkan kamu sedang scroll media sosial, lalu tiba-tiba muncul video dengan karakter aneh, suara yang familiar, gerakan random, dan caption yang tidak ada hubungannya dengan apa pun.

Reaksi pertama biasanya:

“Hah?”

Lalu kamu menonton lagi.

“Apaan sih?”

Lalu entah kenapa… ketawa.

Inilah salah satu kekuatan humor absurd. Kita tidak selalu tertawa karena sesuatu memang lucu secara konvensional. Kadang kita tertawa karena situasinya terlalu tidak masuk akal untuk dianggap serius.

Internet kemudian memperkuat fenomena ini. Satu meme bisa di-remix, dipotong, diberi suara baru, dibuat versi lain, lalu muncul kembali dalam konteks yang berbeda.

Semakin sering muncul, semakin familiar.

Dan semakin familiar, semakin terasa lucu.

Lalu Datanglah “Skibidi”

Kalau kamu aktif di internet beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar kamu pernah mendengar kata “Skibidi.”

Awalnya mungkin terdengar seperti kata random yang tidak memiliki arti jelas. Namun, Skibidi Toilet justru berkembang menjadi salah satu fenomena internet yang sangat besar.

Karakter toilet berkepala manusia?

Tidak masuk akal.

Cerita yang semakin lama semakin kompleks?

Juga tidak masuk akal.

Tetapi justru di situlah daya tariknya.

Internet tidak selalu membutuhkan sesuatu yang masuk akal untuk menjadi populer. Yang dibutuhkan adalah sesuatu yang unik, mudah dikenali, mudah dibagikan, dan cukup aneh untuk membuat orang penasaran.

Begitu seseorang berkata “Skibidi”, orang lain mungkin langsung tahu referensinya.

Meme akhirnya bukan cuma menjadi hiburan, tetapi juga semacam bahasa bersama di internet.

Dari “Skibidi” ke “6-7”

Kemudian muncul fenomena lain yang tidak kalah membingungkan: “6-7.”

Kalau kamu belum tahu konteksnya, mungkin kamu akan bertanya:

“Enam tujuh… terus?”

Dan justru itulah masalahnya.

Tidak ada penjelasan panjang yang diperlukan. Angka tersebut digunakan dalam berbagai konteks sebagai bagian dari meme dan inside joke yang menyebar melalui video pendek dan komunitas internet.

Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana budaya internet bekerja dengan cara yang unik.

Sesuatu bisa menjadi viral bukan karena semua orang memahaminya, tetapi karena semua orang ikut menggunakannya.

Awalnya satu orang mengatakan.

Lalu beberapa orang mengikuti.

Kemudian masuk ke video.

Muncul di komentar.

Dipakai sebagai sound.

Dibuat versi parodi.

Lama-lama semua orang tahu, meskipun belum tentu tahu kenapa.

Kenapa yang Absurd Justru Bisa Viral?

Ada beberapa alasan kenapa konten seperti ini begitu mudah menyebar.

1. Karena gampang bikin penasaran

Konten yang aneh membuat kita berhenti scrolling.

Di tengah ribuan video yang terlihat mirip, sesuatu yang absurd bisa terasa berbeda.

Otak kita seperti mendapatkan sinyal:

“Tunggu. Ini apaan?”

Dan satu detik tambahan untuk berhenti melihat video bisa menjadi awal dari sebuah tren.

2. Karena gampang ditiru

Meme yang bagus biasanya tidak berhenti pada satu konten.

Orang lain bisa membuat versinya sendiri.

Diganti audionya. Diganti karakternya. Ditambahkan caption. Dibuat lebih absurd.

Semakin mudah sebuah tren dimodifikasi, semakin besar peluangnya untuk menyebar.

3. Karena menjadi “bahasa rahasia”

Ada kepuasan tersendiri ketika kita memahami sebuah meme yang mungkin tidak dipahami orang lain.

Misalnya seseorang mengatakan sebuah istilah random, lalu teman yang sama-sama aktif di internet langsung tertawa.

Tidak perlu penjelasan.

“Kalau kamu tahu, ya kamu tahu.”

Meme akhirnya berfungsi seperti inside joke dalam skala internet.

4. Karena internet memang suka sesuatu yang tidak terduga

Internet adalah tempat di mana sesuatu yang serius bisa berdampingan dengan video kucing, meme absurd, tutorial memasak, dan orang yang berteriak hanya karena angka.

Algoritma juga membuat konten yang menarik perhatian terus mendapatkan kesempatan untuk dilihat lebih banyak orang.

Hasilnya?

Sesuatu yang awalnya terlihat sangat random bisa berubah menjadi tren global.

Tapi… Kenapa Kita Bisa Hafal Meme, tapi Lupa Materi Kuliah?

Nah, ini bagian yang mungkin terasa sedikit menyerang.

Kita bisa lupa password sendiri.

Lupa nama orang yang baru dikenalkan lima menit lalu.

Lupa materi presentasi yang dipelajari semalam.

Tapi suara meme yang kita dengar tiga kali?

Nempel di kepala sampai tiga hari.

Kenapa?

Karena informasi yang berulang, emosional, mengejutkan, atau terasa relevan dengan lingkungan sosial kita memang lebih mudah menarik perhatian dan diingat.

Ditambah lagi, konten pendek biasanya dirancang agar langsung memberikan stimulus. Tidak perlu membaca penjelasan panjang. Tidak perlu memahami konteks selama beberapa menit.

Cukup beberapa detik.

Lihat.

Dengar.

Tertawa.

Scroll lagi.

Dan ulangi.

Brainrot atau Cuma Cara Baru untuk Bersenang-senang?

Istilah brainrot sering digunakan untuk menggambarkan konsumsi konten internet yang dianggap terlalu berlebihan, terutama konten yang repetitif, absurd, atau terasa tidak memberikan banyak manfaat.

Tapi bukan berarti setiap orang yang menikmati meme absurd benar-benar mengalami sesuatu yang serius pada otaknya.

Sering kali, brainrot digunakan sebagai istilah bercanda untuk menggambarkan kondisi ketika kita terlalu sering terpapar sebuah tren sampai akhirnya ikut mengucapkan, mengingat, atau mengulanginya tanpa sadar.

Misalnya:

Scroll 5 menit → lihat meme.

Scroll 10 menit → meme yang sama muncul lagi.

Scroll 20 menit → mulai hafal audionya.

Besoknya → tiba-tiba mengucapkannya di dunia nyata.

Selamat.

Kamu sudah menjadi bagian dari lore internet.

Absurd, Tapi Tidak Sepenuhnya Sia-Sia

Di balik semua kekacauan itu, sebenarnya ada sesuatu yang menarik.

Budaya meme menunjukkan bagaimana internet membentuk cara manusia berkomunikasi.

Dulu, komunikasi digital banyak menggunakan teks.

Sekarang, satu gambar, suara, ekspresi, atau angka saja bisa membawa konteks yang sangat panjang.

Meme juga membuat orang menjadi lebih kreatif dalam membuat ulang sesuatu. Satu tren bisa berkembang menjadi ribuan versi berbeda karena setiap orang menambahkan interpretasinya sendiri.

Jadi, meskipun dari luar terlihat seperti:

“Kenapa orang-orang ini ngomong nggak jelas?”

Di dalamnya ada proses budaya yang cukup menarik.

Orang menciptakan sesuatu.

Orang lain menirunya.

Kemudian dimodifikasi.

Lalu menjadi tren.

Dan akhirnya menjadi bagian dari bahasa internet.

Jadi, Kenapa Internet Suka Banget dengan Hal Absurd?

Mungkin karena internet memang tidak selalu membutuhkan alasan untuk bersenang-senang.

Kita hidup di tengah informasi yang tidak pernah berhenti. Berita, pekerjaan, tugas, notifikasi, deadline, dan berbagai hal serius muncul setiap hari.

Di tengah semua itu, mungkin memang menyenangkan melihat sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal.

Toilet berkepala manusia?

Kenapa tidak.

Angka “6-7” digunakan tanpa konteks?

Gas.

Meme yang awalnya tidak lucu tapi semakin lama semakin lucu karena terus muncul?

Welcome to the internet.

Pada akhirnya, fenomena seperti Skibidi dan 6-7 menunjukkan satu hal sederhana:

Internet tidak selalu harus masuk akal untuk menjadi menyenangkan.

Dan mungkin itulah alasan kita terus kembali.

Scroll.

Ketawa.

Bingung.

Scroll lagi.

Lalu tiba-tiba…

“6-7.”

Sekarang kamu ngerti.

Apakah post ini membantu?

s.id

s.id © 2026 All rights reserved