s.id
Blog

Kesalahan Umum dalam Layanan Brand Awareness

by Admin

Lebih dari 70% eksekutif merek percaya bahwa mengembangkan audiens lebih penting daripada menghasilkan penjualan, dan semakin banyak CMO yang mengakui nilai strategi layanan kesadaran merek yang kuat. Meningkatkan pengenalan merek tampaknya menjadi tahap pertama dalam mengembangkan audiens yang setia. Jalankan saja lebih banyak kampanye iklan dan habiskan lebih banyak uang, bukan? Salah.

Ada beberapa kesalahan yang mungkin dilakukan saat meningkatkan atau mempromosikan kesadaran merek yang dapat merugikan bisnis Anda dalam jangka panjang. Artikel ini membahas empat kesalahan yang sering dilakukan bisnis saat mencoba meningkatkan kesadaran merek. Ambil tindakan pencegahan untuk mencegahnya.

Tidak Menggali Cukup Jauh

Kesimpulan paling penting dari artikel ini adalah bahwa pemasaran ke semua orang pada akhirnya akan gagal, tetapi memfokuskan upaya hanya pada target demografis Anda akan meningkatkan brand awareness. Sebuah survei di Inggris menemukan bahwa Kayak hanya tertinggal 1% dari Airbnb dalam hal pengenalan merek masyarakat umum, tetapi ketika temuan tersebut disaring lebih lanjut untuk hanya menyertakan kaum milenial, kesadaran merek Kayak meningkat menjadi 73%, 10% lebih tinggi daripada Airbnb. Jika manajer merek ingin melihat perkembangan signifikan dalam pengenalan merek, mereka harus memanfaatkan kekuatan konsumen yang dituju.

Ketidakmampuan Memantau Layanan Brand Awareness dari Waktu ke Waktu

Pemasar harus mengalokasikan 60% pengeluaran mereka untuk pengembangan merek jangka panjang dan 40% untuk pemasangan penjualan jangka pendek, tetapi ini sulit. Untuk melacak kesadaran merek secara bertahap, pelacakan triwulanan atau tahunan adalah cara yang bagus untuk memulai.

Tidak Memahami Apa Arti Hasil

Temuan survei brand awareness dapat memberikan informasi penting mengenai sentimen merek. Namun, manajer merek seringkali hanya mempertimbangkan hasil yang baik. Pertimbangkan elemen-elemen berikut untuk menghindari hal ini: kebaruan yang segar, tidak adanya loyalitas, dan juga sains.

Pelacakan yang Tidak Akurat

Manajer merek melakukan kesalahan terbesar dalam brand awareness karena gagal mengukurnya dengan benar. Ada beberapa alat gratis yang tersedia untuk mengukur keefektifan kampanye, tetapi semuanya memiliki keterbatasan. Google Search Console atau alat pendengar sosial, misalnya, membatasi data ke satu saluran pemasaran, sehingga tidak mungkin untuk menentukan apakah inisiatif kesadaran merek efektif.

Alih-alih, gunakan salah satu metode berikut untuk mendapatkan metrik brand awareness yang tepat:

Survei adalah pendekatan yang efisien untuk mengumpulkan informasi untuk khalayak tertentu. Perangkat lunak pelacakan merek memberikan informasi penting sekaligus menghilangkan kebutuhan akan upaya survei yang melelahkan. Sangat penting untuk mencari pemantau merek yang mengumpulkan informasi menggunakan ilmu data alih-alih pengambilan sampel kuota, karena hal ini dapat meminimalkan kemungkinan kesalahan sebanyak 20% menjadi 1-2%.

Karena iklan berbayar menjadi lebih sulit diperoleh karena permintaan yang tinggi seiring dengan meningkatnya Biaya Akuisisi Pelanggan, promosi merek akan menjadi semakin penting, oleh karena itu mulailah memasukkan upaya layanan kesadaran merek ke dalam rencana pemasaran Anda segera.

Apakah post ini membantu?

s.id

s.id © 2026 All rights reserved